MEDAN WargaBersuara.Web.Id — Lampu-lampu panggung perlahan meredup di Kompleks Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Minggu (2/8/2026). Setelah berlangsung selama satu bulan sejak 3 Juli 2026, perhelatan yang memasuki usia emas ke-50 tahun itu resmi ditutup dengan catatan perputaran ekonomi sekitar Rp50 miliar dan total kunjungan mencapai 161.309 orang.

Angka tersebut tidak hanya menjadi indikator ramainya penyelenggaraan, tetapi juga mencerminkan aktivitas ekonomi yang tumbuh selama PRSU berlangsung. Pelaku UMKM, pelaku industri kreatif, hingga pekerja di sektor jasa turut merasakan pergerakan ekonomi yang tercipta dari ajang tahunan tersebut.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menutup secara resmi PRSU 2026 dan menyampaikan bahwa setiap daerah di Sumatera Utara memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi serta iklim investasi yang kondusif. Ia mengatakan pemerintah provinsi akan terus memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut Surya, penyelenggaraan PRSU diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang terbangun selama pelaksanaan pameran perlu menjadi fondasi untuk mendorong investasi, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengembangkan pariwisata dan sektor strategis lainnya di Sumatera Utara.

Di balik kemeriahan panggung hiburan dan deretan stan pameran, ribuan orang mengambil bagian dalam perjalanan PRSU tahun ini. Sekitar 3.000 pengisi acara tampil sepanjang penyelenggaraan, dengan sekitar 75 persen di antaranya merupakan seniman dan penampil lokal asal Sumatera Utara. Kehadiran mereka memberi ruang bagi karya daerah untuk dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra, mengatakan penyelenggaraan PRSU 2026 mengusung semangat transformasi. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari peningkatan kualitas penyelenggaraan.

Ia menjelaskan bahwa aspek keamanan, kenyamanan, dan tata kelola menjadi fokus pembenahan selama pelaksanaan PRSU tahun ini. Ferry menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan agar penyelenggaraan PRSU semakin berkualitas pada tahun-tahun mendatang.

Selain menjadi ruang promosi produk unggulan daerah, PRSU 2026 juga menjadi wadah bagi berbagai kompetisi, mulai dari lomba tari kontemporer, menyanyi, senam kreasi, hingga penilaian stan terbaik. Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.

Penutupan PRSU turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para konsul dan konsul jenderal negara sahabat, bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, perwakilan BUMN, BUMD, serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Memasuki usia ke-50 tahun, PRSU tidak hanya menandai perjalanan panjang sebuah pameran daerah. Bagi banyak pelaku usaha, seniman, dan masyarakat yang terlibat, ajang ini menjadi ruang bertemu, memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar dampak yang tercipta selama satu bulan penyelenggaraan dapat terus berlanjut setelah panggung resmi ditutup.[wbid88]